Pesugihan: Cerita Pesugihan | Aneka Ilmu Pelet | Kisah Misteri | Ilmu Kanuragan | Pusaka Keris | Mustika

Kisah Nyata Terbaru, Jin Pengadu Domba Keluarga di Bulan Puasa

Advertisement

Kisah nyata jin pengadu domba keluarga ini benar-benar terjadi belum lama di bulan puasa ini. Cerita ini seolah mempertegas jika ungkapan jika syetan dibelenggu pada bulan ramadhan atau bulan puasa sekedar sebagai kalimat kiasan yang menyiratkan hanya nafsu manusia yang dibelenggu.

Kejadian mengejutkan terjadi pada salah satu tetangga saya di kampung halaman sebut saja Dwi Kuncoro yang kebetulan berprofesi sebagai seorang penjaga malam di sebuah pabrik. Beberapa hari belakangan Kuncoro memang mengeluh jika kepalanya kerap pusing terutama menjelang adzan maghrib. Pada awalnya keluarganya tidak mengira jika Kuncoro diganggu oleh sosok jin yang sengaja ingin mengadu domba keluarganya.

Awal Mula Peristiwa

kisah-nyata-terbaru-jin-pengadu-domba-keluarga-di-bulan-puasa
Bermula dari kejadian mistis di tempat kerja dimana Kuncoro mengalami kesurupan dan mengigau dengan mengungkapkan berbagai cerita tentang salah satu keluarganya yang tak lain adalah Eko Prastowo. Eko adalah kakak kandung Kuncoro yang telah berkeluarga dan sudah tinggal bersama istri dan anaknya. Sepeninggal ayah mereka, Nyai Sutinah sebagai seorang ibu menginginkan segala harta warisan peninggalan mendiang ayahnya dibagi rata untuk kedua putranya yakni Eko dan Kuncoro.
Meskipun selama ini Eko dan Kuncoro merupakan saudara kandung yang saling menyayangi dan saling toleransi namun karena pembagian warisan terutama hak atas tanah pekarangan dari almarhum ayahnya terasa kurang sesuai membuat keduanya sempat beradu mulut. Bukan perkara ketidakadilan dalam pembagiannya akan tetapi Eko merasa dirugikan karena mendapatkan warisan di belakang rumah adiknya dimana dalam pekarangan tersebut Kuncoro telah mendirikan rumah tepat di pinggir jalan raya. Karena merasa akses jalan serta nilai ekonomis antara pekarangan Kuncoro dan Eko sangat jauh berbeda Eko sempat naik pitam. Namun karena rasa sayangnya kepada adik serta ibunya apalagi mengingat status Eko sebagai seorang perangkat desa yang terhormat akhirnya Eko menerima pembagian warisan tersebut dengan ikhlas.

Beberapa bulan setelah pembagian hak waris tersebut tepatnya pada awal bulan puasa tahun ini Kuncoro tiba-tiba mengalami penyakit aneh, dia kerap merasa pusing terutama ketika menjelang berbuka puasa. Puncak keanehan terjadi manakala Kuncoro mengalami kerasukan di tempat kerja sehingga seorang teman mengantarnya pulang.

Beberapa hari istirahat di rumah rupanya tidak serta merta mengurangi penderitaan Kuncoro, bahkan dalam waktu 3 hari terakhir dia terlihat lebih sering merasa pusing dan kesurupan. Tak tahan dengan penderitaan putra bungsunya yang belum menikah itu Nyai Sutinah meminta bantuan pada tetangga untuk mengantarkan Kuncoro berobat ke salah satu ulama yang selama ini dikenal memiliki linuih di bidang keagaiban.

Pengobatan Ruqiah

Singkat cerita Ulama yang dimaksud sebut saja Mbah Zainal memulai prosesi penyembuhan dengan melafalkan ayat-ayat al-qur’an layaknya proses ruqiah yang kerap dilakukan. Benar saja, dalam prosesi tersebut Kuncoro tiba-tiba kesurupan, kejang-kejang, dan berteriak. Dari sana sang ustad melakukan interaksi dan komunikasi dengan sosok jin yang merasuki jasat Kuncoro. Adapun beberapa sesi pertanyaannya kurang lebih seperti di bawah ini.

Ustad    : “Asslamau’alaikum, siapa yang hadir?”.

Jin    : “Wa’alaikum salam, aku ronggolawe... hahaha” Jawab jin tersebut sambil tertawa.

Ustad    : “Wahai jin bukankah kamu memiliki alam sendiri dan ini bukanlah wadahmu, apa yang membuatmu merasuki jasat saudaraku Kuncoro?” Tanya sang ustad mencari informasi.

Jin    : “Hahahaha... aku memasuki raga ini karena disuruh seseorang yang didholimi Kuncoro”.
Ustad    : “Siapa majikanmu dan apa tujuanmu masuk ke raga ini?,cepat keluar dari raga saudaraku dan kembalilah ke alammu!”

Jin    : “Aku disuruh majikanku untuk membunuh Kuncoro.. hahahaha”.
Ustad    : “Siapa majikanmu dan kenapa menginginkan kematian saudaraku? Ingatlah kehidupan dan kematian semuanya di tangan Allah”.

Jin    : “Majikanku tak lain adalah kakak kandung Kuncoro, jika dia ingin sembuh dari penderitaannya suruh dia minta maaf pada kakaknya”.

Sontak Nyai Sutinah dan tetangga yang mengantar Kuncoro berobat kaget akan pengakuan jin yang merasuk. Kemudian mereka mengaitkan dengan pembagian warisan yang belum lama dilakukan oleh Eko dan Kuncoro. Untuk memperjelas semuanya sang ustad kembali bertanya pada jin yang mengaku bernama Ronggolawe itu.

Ustad    : “Astaghfirulloh, segala kejadian dan peristiwa di dunia ini telah diatur sepenuhnya oleh Allah SWT, Dia Maha Penguasa dan tidak ada hak bagimu mencampuri urusan manusi, bertaubatlah hey Ronggolawe dan kembalilah ke alammu”.

Sambil membacakan doa dan ayat Al-qur’an Mbah Zainal terlihat memukul-mukul punggung kuncoro dengan sajadahnya yang kemudian diikuti suara terikan dan jeritan jin yang merasuki kuncoro.

Jin    : “Ampunn... stopp jangan... panas aarrghhh” teriak jin itu sambil mengguling-guling di lantai.

Ustad    : “Keluarlah dan jangan kembali mengganggu apalagi memasuki raga ini, raga ini bukan milikmu, alam ini alam manusia dan kamu memiliki alam sendiri yakni alam jin”.
Jin    : “Aku diperintah majikanku untuk membuhuh Kuncoro agar dia menjadi pewaris tunggal atas harta peninggalan bapaknya... Jika aku kembali nanti juga akan diperintah memasuki raga ini lagi, jika kamu ingin aku keluar keluarkanlah dan penjarakan aku di suatu tempat sehingga majikanku tidak lagi dapat memanggilku”.

Ustad    : Sambil membawa sebuah batu yang didapatkannya dari halaman depan rumah kemudian Beliau berkata “Baiklah jika itu kemauanmu keluar dan masuklah kamu pada batu ini, Insyaalloh majikanmu tidak lagi dapat menemukanmu”.  Setelah itu perlahan jin tersebut tidak lagi berteriak, tubuh Kuncoro terlihat lemas dan pingsan.

Dari proses ruqiah tersebut Mbah Zainal mewanti-wanti pada Nyai Sutinah dan beberapa tetangga yang mengantarnya untuk tidak mempercayai apa yang diuangkapkan oleh jin tadi. Karena pada dasarnya jin tersebut hanya menginginkan ketidakharmonisan keluarga dengan menghasut dan mengadu domba. Semoga kisah nyata terbaru Jin pengadu domba keluarga di bulan puasa tersebut bisa memberikan kita pelajaran sekaligus peringatan agar tidak mudah terhasut oleh jin dan syetan.

Advertisement
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Kisah Nyata Terbaru, Jin Pengadu Domba Keluarga di Bulan Puasa


Advertisement